Mendadak KBM Tatap Muka, MI Manarul Islam Laksanakan Sosialisasi

Malang (MI Manarul Islam) – Sudah satu tahun lebih dunia diselimuti suasana pandemi. Virus Corona masih ramai diperbincangkan hingga saat ini. Walaupun kekuatannya sudah nampak melemah, orang-orang yang pernah terjangkit mulai sehat kembali, namun masih banyak orang yang merasakan paranoid. Takut jika virus tersebut mampir ke tubuh mereka. Usaha dan upaya sudah dilakukan untuk melemahkan penyebaran virus ini, mulai dari PSBB, social distancing, larangan mudik, hingga meliburkan seluruh aktifitas pendidikan di sekolah yang menyebabkan para siswa harus belajar di rumah secara daring. Tapi kabut itu sudah semakin sirna. aktifitas di luart rumah sedikit demi sedikit mulai dijalankan. Termasuk kegiatan belajar mengajar di sekolah yang sudah mendapatkan izin dari pemerintah.

Siang itu, Jumat (16/4) sebuah pesan singkat berupa undangan webinar masuk dalam ponsel Kepala MI Manarul Islam, Zainul Mujahid. Sebuah undangan yang juga sebagai lampu hijau bahwa Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka sudah mendapatkan izin dari pemerintah pusat. Tak menunggu lama, Zainul langsung menginstruksikan seluruh guru untuk rapat pada hari ini, Sabtu (17/4) untuk membahas persiapan KBM tatap muka. Tak lupa, sosialisasi kepada seluruh wali santri juga dilakukan hari ini.

Sebanyak 33 perwakilan wali santri yang tergabung dalam Paguyuban Orang Tua Santri (POS) MI Manarul Islam hadir pagi ini. Terlihat raut wajah yang tegang karena mendapatkan panggilan mendadak, sekaligus senang karena anak-anak mereka bisa masuk sekolah lagi.

Dalam pertemuan tersebut, Zainul menyampaikan bahwa KBM tatap muka sudah mendapatkan izin dari pemerintah pusat dan akan segera dilaksanakan hari Senin (19/4). “Sudah ada izin baik dari kementerian melalui SKB dan SE dari walikota Malang,” kata Zainul. Ia menjelaskan bahwa selama KBM tatap muka di masa pandemi ini, seluruh warga madrasah mulai dari santri, guru, karyawan, hingga orang tua yang mengantar santri pun wajib mematuhi protokol kesehatan.

Santri yang masuk akan dibagi menjadi dua shift. Hal ini berdasarkan peraturan dari SKB Menteri bahwa kelas maksimal terisi 50% siswa. “Jadi nanti kita akan memasukkan santri secara shift. Untuk siapa saja yang masuk ke shift 1, shift 2, akan disampaikan wali kelas masing-masing,” kata Zainul.

KBM tatap muka ini bukanlah kegiatan yang harus dipaksakan kepada santri. Namun jika orang tua santri merasa situasi kurang aman dan khawatir jika memasukkan anaknya ke sekolah, maka tidak apa-apa dan tidak boleh dipaksa. “Kami tidak memaksa anak-anak harus masuk sekolah. Nanti yang tidak mau hadir di sekolah akan dilayani secara daring oleh wali kelas maupun guru mata pelajaran dan waktunya fleksibel,” tambah Zainul.

Para wali santri yang hadir pun memberikan respon yang sama, yaitu mereka semua setuju untuk melaksanakan KBM tatap muka. “Capek ustadz setiap hari ngajari anak, anak-anak juga kasihan ndak bisa main ke luar,” ujar salah satu wali santri dan diamini oleh wali santri lain. Banyak saran yang disampaikan wali santri ketika KBM tatap muka nanti, seperti pemakaian masker dan face shield untuk para guru, dan meminta keringanan agar santri tidak usah berseragam. “Anak saya badannya tambah gede, ustadz. Di rumah makan terus. Jadi seragamnya ndak cukup,” ujar salah satu wali santri.

Rapat diakhiri dengan menetapkan bahwa KBM tatap muka resmi dilaksanakan pada hari Senin lusa. Setelah itu, para guru merapatkan mengenai jadwal dan mempersiapkan fasilitas untuk mendukung protokol kesehatan.

Ketika KBM tatap muka nanti, Zainul berpesan kepada seluruh guru untuk tidak terburu-buru menghabiskan materi karena waktu yang disediakan sangat singkat, sehingga tidak mungkin memaksakan sisa materi di jam pelajaran yang sangat singkat. “Wis, pokoknya anak-anak senang bisa bertemu teman-temannya, ustadz ustadzahnya. Buat mereka gembira. Jangan paksakan materi harus habis. Walaupun ada sisa anggap saja sudah habis. Yang penting anak-anak senang, tidak stress karena KBM daring,” tutup Zainul (yna).