Malang (MI Manarul Islam) – New Normal. Kata ini menjadi ramai diperbincangkan akhir-akhir ini. Pasalnya, pemerintah Indonesia menetapkan kebijakan new normal ini di tengah pandemi corona yang mana masyarakat diharuskan menerapkan protokol kesehatan untuk memutus mata rantai penularan virus corona. Sebagai madrasah yang berada di naungan Kementerian Agama, MI Manarul Islam mulai merencanakan pemberlakuan new normal di lingkungan madrasah. Hal ini disampaikan oleh Kepala MI Manarul Islam, Zainul Mujahid, pada rapat koordinasi di MI Manarul Islam pagi tadi (2/6). Rapat koordinasi yang dihadiri oleh seluruh guru dan karyawan MI Manarul Islam ini juga membahas tentang persiapan untuk menghadapi new normal. “Kita harus membiasakan diri dengan menjaga kebersihan, rajin cuci tangan, tidak bersalaman dan berpelukan untuk sementara waktu,” kata Zainul.

Persiapan yang dilakukan MI Manarul Islam untuk menghadapi new normal adalah dengan peningkatan fasilitas kesehatan, seperti wastafel, sabun cuci tangan, dan lain sebagainya. Selain fasilitas kebersihan yang ditingkatkan, Zainul juga menyampaikan agar suasana pembelajaran dapat dirubah sistem shift untuk menghindari kerumunan santri. “Insya Allah Juli sudah masuk tahun ajaran baru. Cuma memang agak repot kalau misalnya pakai shift ada yang kelas siang. Bisa juga diatur jam istirahat dan pulang tiap kelas jangan bersamaan untuk mengurangi potensi berkerumun,” ujar pria asal Lombok ini. Namun belum final keputusan tersebut karena para guru akan merancang sistem shift tersebut terlebih dahulu. “Ya nanti kita atur. Kita pikirkan dulu bagaimana,” tambah Zainul.
Santri MI Manarul Islam hingga saat ini masih belajar di rumah. Namun Zainul menghimbau para guru untuk tetap hadir di madrasah karena banyak program yang harus dikerjakan oleh para guru. Hal ini disebabkan karena nama MI Manarul Islam sudah terdengar hingga tingkat nasional, sehingga ini adalah tantangan bagi para guru untuk mengembangkan diri dan menyusun program yang mendukung proses belajar santri. “MI MANIS (Manarul Islam) sudah terdengar hingga Gorontalo, hingga Papua. Bahkan barusan ada santri baru mau tes dari Medan. Ini menunjukkan animo masyarakat sangat tinggi dan ini merupakan tugas berat bagi kita semua untuk lebih meningkatkan kualitas diri,” kata Zainul. Ia berharap di tahun ajaran baru para santri dapat meraih prestasi baik di tingkat regional maupun nasional. “Tahun lalu kita sudah beberapa kali mengikuti perlombaan dan berhasil meraih prestasi. Sehingga di tahun ajaran baru ini kita semua berharap prestasinya lebih ditingkatkan lagi,” kata Zainul.

Rapat dilanjutkan dengan membahas program kerja guru dan karyawan. Program kerja ini nantinya akan dibahas pada workshop internal. Zainul juga berpesan kepada wali kelas dan guru mapel agar tidak terlalu banyak memberikan tugas di masa belajar di rumah ini. “Buat anak bahagia. Karena mereka di rumah terus juga jenuh, stress. Perlu sesekali kita sapa mereka baik melalui telepon atau video call. Karena mereka pastinya butuh semangat dari kita,” kata Zainul (yna).