Malang (MI Manarul Islam) – Sebanyak 200 wali santri menghadiri kegiatan parenting di Masjid Manarul Islam, Sawojajar, Malang pada Sabtu kemarin (7/3). Kegiatan yang dimulai sejak pukul 07.30 pagi ini rutin diadakan setiap dua bulan sekali oleh MI Manarul Islam. Tujuan diadakannya kegiatan rutin ini adalah untuk membangun sinergi antara madrasah dan wali santri. “Tanpa ada sinergi yang baik antara madrasah dan wali santri, program yang dari madrasah tidak akan berjalan dengan baik. Oleh karena itu, sinergi adalah sebuah keniscayaan,” kata Kepala MI Manarul Islam, Zainul Mujahid, saat memberikan sambutan. Peserta parenting lebih didominasi oleh ibu-ibu orang tua santri. Mereka terlihat antusias dan mencatat apa yang disampaikan oleh pemateri.

Kegiatan dibuka dengan pembacaan surat Al Fatihah dan dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al Quran yang dibacakan oleh Abelino dan Kenzi, santri MI Manarul Islam kelas 2B. Mereka membacakan surat Al Kahfi dan Al Insan dengan fasih. Acara dilanjutkan dengan materi “Mendidik Anak dengan Al Quran” yang disampaikan oleh Ketua Dewan Pembina Yayasan Amal Shaleh Malang (YASMA), Arifin. Dalam materinya, Arifin mengajak para orang tua santri untuk bersama-sama mengemban amanah mendidik anak. “Kita hidup ini butuh yang namanya barokah. Caranya yaitu dengan mentadabburi ayat-ayat Al Quran,” kata Arifin. Salah satu surat yang dijadikan pembahasan utama oleh Arifin adalah surat Luqman ayat 13 s/d 19. Menurutnya, ayat tersebut merupakan sumber dari pendidikan anak qurani. “Enam ayat ini yang menerangkan bagaimana cara mendidik anak. Pertama perkuat tauhid, jangan menyekutukan Allah. Banyaknya kedzoliman adalah bentuk ketiadaan tuhan di dalam hati seseorang. Setelah tauhid terbentuk, masuk ke ayat berikutnya yaitu mengabdi kepada orang tua dan bersikap baik kepadanya. Lalu kita suruh anak kita untuk mengikuti jalan orang-orang yang haq, yaitu orang-orang yang mencari jalan untuk kembali kepada Allah. Kemudian kita harus tanamkan pada anak kita bahwa walaupun kita sembunyikan amal kita di dalam batu lalu disembunyikan di langit atau di bumi, niscaya Allah akan membalasnya. Oleh karena itu berbuatlah yang baik dan janganlah berbuat mungkar. Kemudian yang terakhir jangan berpaling dari manusia dan jangan sombong, namun bersikaplah empati pada manusia,” jelas Arifin panjang lebar. Selain menjelaskan konsep pendidikan qurani tersebut, Arifin juga menjelaskan sedikit tentang sejarah MI Manarul Islam.
Sebelum acara berakhir, Kepala MI Manarul Islam menyampaikan pengumuman terkait Penilaian Tengah Semester (PTS) Genap yang akan dilaksanakan pada Senin pekan depan (9/3). Zainul menyampaikan bahwa PTS kali ini MI Manarul Islam akan membuat soal sendiri. “Hal ini kami lakukan karena menanggapi Permendikbud yang mana sekolah atau madrasah dapat menentukan kelulusan santrinya secara mandiri. Namun tetap dalam pembuatan soal kami tetap melaksanakan pelatihan agar soal yang kami buat tetap berkualitas,” kata Zainul. Selain membahas tentang PTS, Zainul juga menjelaskan tentang program baru MI Manarul Islam. “Program ini kami namakan Recognition of Prior Learning (RPL) Policy,” kata Zainul. Menurutnya, melalui program ini, santri bisa belajar di manapun tanpa harus di MI Manarul Islam untuk mencapai percepatan belajar dan madrasah wajib memberikan pengakuan pada santri tersebut. “Misal, kami menargetkan 5 juz hapalan Al Quran. Seandainya ada santri baru yang masuk MI Manarul Islam sudah memiliki “sangu” hapalan lebih dari satu juz, maka MI wajib untuk mengakuinya setelah dilaksanakan tes,” terang Zainul. Hanya santri kelas 2 dan 3 yang bisa mengajukan RPL dan itu hanya di bidang tahfidz. “Untuk pengajuan RPL bisa diambil 1 semester atau 2 semester dengan syarat kembali ke MI Manarul Islam harus sudah ada tambahan 2 sampai 4 juz. Adapun syarat untuk mengajukan RPL ini antara lain santri harus berprestasi secara akademik 10 besar di kelas. Saat menjalani RPL, santri wajib melaksanakan tugas terstruktur dari wali kelas. Selain itu, PTS dan PAS juga wajib diikuti di MI Manarul Islam,” tambah Zainul.

Acara ditutup setelah Kepala MI Manarul Islam menerangkan tentang peraturan santri di MI Manarul Islam. Di akhir acara, para orang tua santri diingatkan untuk selalu mendampingi para santri ketika belajar di rumah dalam rangka mempersiapkan PTS ini (yna).

