Malang (MI Manarul Islam) – Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Malang, Muhtar Hazawawi, memberikan pembinaan kepada guru dan karyawan MI Manarul Islam hari ini (14/12). Acara yang dilaksanakan di aula lantai 3 MI Manarul Islam ini dihadiri oleh Ketua Yayasan Amal Shaleh Malang (YASMA), Kepala MI Manarul Islam, dan seluruh guru reguler maupun tahfidz. Kepala MI Manarul Islam, Zainul Mujahid, menyebutkan bahwa acara ini bertujuan untuk meningkatkan silaturahmi dan sinergi antara MI Manarul Islam dengan Kementerian Agama Kota Malang. Para guru terlihat serius memerhatikan apa yang disampaikan oleh pembicara.




Acara dibawakan oleh Henny Indira, guru bahasa Inggris MI Manarul Islam. Henny membawakan acara tersebut dengan bahasa inggris. “Ini menunjukkan kualitas MI yang mengunggulkan bahasa asing yang merupakan salah satu program unggulan MI Manarul Islam,” kata Henny ketika ditanya mengapa membawakan acara dengan bahasa inggris. Acara dilanjut dengan pembacaan ayat suci Al Quran oleh Muhammad Fachrie Rahmatullah, santri MI Manarul Islam yang lolos Hafidz Indonesia RCTI, ditemani oleh Putri Descha Kirana, teman satu kelas Fachrie. Suasana tampak hening mendengarkan lantunan surat Al Hasyr yang dibacakan dua putra terbaik MI Manarul Islam itu.
Kepala Madrasah membuka acara tersebut dengan menyampaikan bahwa keberhasilan yang dicapai oleh MI Manarul Islam ini adalah hasil kerjasama antar guru dan karyawan. “Kita harus meningkatkan kohesitifitas antara guru dan karyawan karena jika ada gesekan, kita tidak akan mampu mencapai tujuan bersama,” ujar Zainul. Ia juga menyampaikan bahwa mulai saat ini MI Manarul Islam sudah beralih ke teknologi digital untuk mempermudah para santri. Setelah sambutan dari Kepala Madrasah, Ketua YASMA, Dwi Agus Sudjimat, maju untuk memberikan sambutan. Agus berharap kepada para guru untuk meningkatkan kerjasama dan terus belajar. “Kita buktikan bahwa madrasah merupakan lembaga pendidikan yang mampu membanggakan masyarakat dengan lahirnya putra putri yang sholeh dan sholihah,” kata Agus. Ia juga ingin MI Manarul Islam untuk unggul di bidang akademik maupun non akademik, terutama tahfidz Quran.





Memasuki acara inti, yaitu pembinaan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Malang, diawali dengan menceritakan perjalan karir Muhtar Hazawawi di Kementerian Agama. Muhtar mengingatkan kepada para guru untuk ikhlas dalam berjuang dan setiap perjuangan pasti dibantu oleh Allah. “Hidup itu perjuangan tetapi bukan untuk mengejar materi dunia. Nikmatnya di akhirat nanti,” kata Muhtar. Menurut Muhtar, pendidikan madrasah di bawah naungan Kementerian Agama berbeda dengan pendidikan di bawah naungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. “Pendidikan madrasah harus bisa memenuhi tiga karakter, yaitu karakter agama, kebangsaan, dan unggul prestasi,” kata Muhtar. Ketiga karakter tersebut harus ditampilkan dan dibuktikan kepada masyarakat, terutama karakter agama dalam bidang tahfidz Quran. Karena banyak masyarakat sekarang yang tertarik terhadap tahfidz Quran. Muhtar mengingatkan kepada guru untuk selalu mengawal akhlak anak didik karena keunggulan madrasah terletak pada kemuliaan akhlaknya. “Guru harus menjadi kurikulum hidup yang memberi contoh kepada anak mulai dari cara bicara, sikap. Jangan sampai kita suruh anak kita sholat tapi kita sendiri malah makan,” ujar Muhtar disambut gelak tawa para guru.
Acara berlangsung hingga menjelang sholat dzuhur. Kepala Madrasah menutup acara tersebut dengan membacakan kesimpulan hasil pembinaan dan memimpin doa kafaratul majelis. Setelah acara tersebut, para guru mengerjakan raport yang akan dibagikan pada Sabtu pekan depan (yna).