Hidup adalah sebuah misteri, saya pribadi tidak pernah menyangka akan berakhir mengabdi menjadi seorang guru di MI Manarul Islam. Saya kebetulan merupakan salah satu guru yang mengawali berdirinya MI Manarul Islam, sekitar 8 tahun yang lalu. Sejak awal mengajar saya sudah diberi tanggung jawab untuk mengajar siswa kelas 1 dan hal itu berlanjut hingga sekarang sudah hampir 8 tahun. Menggeluti bidang ini membuat saya menyadari banyak hal terkait mengajar anak di usia dini. Mulai dari cara menjelaskan materi, cara berinteraksi, cara menjelaskan aturan di dalam kelas hingga mendisiplinkan mereka dengan menggunakan bahasa yang mudah mereka pahami. Pada kesempatan ini saya ingin berbagi sedikit pengalaman dalam mengajar siswa usia dini.
Saya sebagai guru tentunya menginginkan lingkungan belajar yang kondusif, oleh karena itu kemampuan mengendalikan kelas serta memastikan kelancaran proses belajar mengajar merupakan hal penting dalam proses belajar dan mengajar. Manajemen kelas berperan penting dalam menjaga ketertiban kelas dan membantu siswa fokus pada pembelajaran saat di kelas. Saya selalu membuat aturan yang jelas, konsisten, dan mudah dipahami oleh siswa. Semua peraturan tentu akan sulit diterapkan di awal terkadang mereka protes jika ada aturan yang tidak sesuai dengan keinginan mereka. Namun jika sudah terbiasa dilakukan maka mereka akan dengan senang hati untuk melakukannya. Bahkan merekalah yang berpean untuk mengingatkan teman mereka untuk menaati aturan yang sudah saya terapkan.
Selain aturan dalam kelas, posisi duduk siswa tidak kalah penting dalam proses belajar dan mengajar karena sangat berpengaruh terhadap interaksi dan focus siswa pada saat pembelajaran di kelas. Siswa yang sama-sama aktifnya tidak akan bisa diberikan posisi duduk yang berdekatan karena jika hal ini terjadi akan membuat kelas tidak kondusif. Selain untuk mengondisikan kelas, posisi duduk yang diacak secara berkala juga mampu membantu siswa dalam bersosialisasi dengan teman. Oleh karenanya setiap 2 minggu sekali saya akan mengganti tempat duduk mereka setelah melakukan observasi sederhana selama proses belajar dan mengajar.
Selain manajemen kelas, hubungan emosional antara guru dan siswa sangat diperlukan untuk kelancaran pembelajaran di kelas. Guru yang dekat dengan siswanya dapat menciptakan suasana kelas yang nyaman. Saya selalu memposisikan diri saya sebagai guru, orang tua, bahkan teman untuk mereka. Hal ini saya lakukan agar siswa tidak canggung untuk berbicara atau bercerita. Saya harus menghargai, dan peduli terhadap kondisi siswa, baik dalam bidang akademis maupun emosional. Jika mereka sudah sangat lelah dalam pembelajaran, seharian sudah banyak menulis dan mengerjakan tugas, saya akan merubah suasana belajar menjadi lebih menyenangkan dengan mengajak siswa refreshing seperti menonton film untuk menghibur dan mengembalikan suasana hati mereka.
Hal penting terkahir yang harus dikuasai guru ketika mengajar siswa usia dini adalah; Guru harus mempunyai keahlian menjelaskan dengan bahasa yang dimengerti oleh siswa. Hal ini tidak hanya berkaitan dengan materi pelajaran, namun juga berkaitan dengan interaksi emosional siswa dalam lingkungan kelas hal ini membantu mereka berkembang secara kognitif maupun emosional. Contoh sederhana yang sering terjadi di kelas adalah; ada saat di mana ketika siswa tidak memahami apa yang saya jelaskan, mereka akan merasa bingung ataupun cemas bahkan sampai menangis. Jika hal ini terjadi, maka saya akan mengulang penjelasan saya, tidak dengan bahasa yang sama, namun saya akan merubah penjelasan saya dengan menggunakan bahasa yang lebih sederhana hingga mereka paham. Karena kunci utama dalam mengajar siswa usia dini adalah kemampuan untuk menyederhanakan penjelasan dan kesabaran untuk mengulang.
Menjadi guru siswa kelas bawah tidak melulu tentang sabar, tetapi juga membutuhkan ketelatenan, dan ketegasan. Anak-anak pada usia dini sering kali masih dalam proses awal pembelajaran, memahami aturan, disiplin, dan tanggung jawab, sehingga guru perlu memberi arahan dengan sabar, tetapi konsisten dan tegas dalam mengajarkan anak-anak. Ketelatenan sangat penting karena guru harus mengulangi intruksi dan membimbing detail pembelajaran yang kurang dimengerti oleh siswa. Sementara itu, ketegasan diperlukan untuk membantu mereka untuk memahami aturan dan membangun sikap yang baik terhadap sesama. Saya selalu bangga menjadi guru kelas bawah karena selalu melatih kesabaran dan menjadikan saya belajar ketelatenan terhadap mereka.
Berbahagialah guru-guru yang mengajar di kelas bawah karena kita terlihat awet muda, meskipun terkadang mengelus dada atas tingkahnya mereka. Semangat guru-guru untuk mengarjarkan ilmunya.
