Fajar yang Dinantikan oleh Elok Kurniasari

Kulihat langit dari balik jendela kamarku

Fajar belum menampakan wujudnya

Aku bisa saja menarik kembali selimutku

Dan tidur terlelap dengan nyaman

Tapi kuurungkan niatku itu

Karena nyaman bisa saja jebakan

Percikan air dingin di wajahku

Seakan mengembalikan separuh ruhku yang hilang

Kuhentangkan sajadah merah jambu

Untuk memohon ampun kepada Dzat Yang Maha Agung

Waktu masih menunjukan jam lima pagi

Kusempatkan diri untuk melantunkan ayat-ayat Allah

Sebelum jiwa dan hati ini tercemar oleh hal-hal duniawi

Ketika fajar mulai menampakan dirinya

Hati ini selalu terasa riang

Segera kulangkahkan kaki ke luar rumah

Untuk menuju dimana sumber ilmu itu berada

Tiada hal yang membuatku bernyawa

Selain lelahnya menuntut ilmu

Dan tiada hal yang membuatku damai

Selain khusyuknya beribadah