Memaknai Hari Ibu sebagai Seorang Santri oleh Samsul Anam

Ibu merupakan sosok yang sangat mulia. Beliaulah sebab kita terlahir ke dunia. Karena derajat beliau yang sangat mulia, sampai-sampai Nabi Muhammad saw. meletakkan 3 tingkatan untuk seorang ibu. Suatu ketika, seorang sahabat bertanya,

“Wahai Rasulullah, siapa yang paling berhak aku perlakukan dengan baik?”

Nabi menjawab,

“Ibumu.”

Sahabat itu bertanya lagi,

“Lalu siapa lagi?”

Nabi menjawab,

“Ibumu.”

Sahabat itu bertanya lagi,

“Lalusiapa lagi?”

Nabi lagi-lagi menjawab,

“Ibumu.”

Sahabat itu bertanya lagi,

“Lalu siapa lagi?”

Nabi menjawab,

“Ayahmu, lalu yang lebih dekat setelahnya dan setelahnya”.

Dari sini kita harus menyadari dan selalu ingat bahwa ibu atau seorang wanita adalah seorang yang sangat mulia, harus diperlakukan dengan baik, tidak boleh disakiti bahkan dikecewakan.

Ibu merupakan sosok yang sangat kuat. Dengan kedua tangannya, dia bisa melakukan segala macam pekerjaan rumah dari bangun tidur sampai tidur lagi, seperti memasak, mencuci baju, mencuci piring, menyapu, mengepel, membersihkan rumah, merawat anak, mengantar anak sekolah, merawat suami bahkan kadang-kadang masih ditambahi dengan membantu suami mencari nafkah dengan berjualan online, menerima pesanan catering dan lain sebagainya. Seorang anak yang ditinggal wafat ayahnya akan menderita. Tetapi anak akan jauh menderita lagi jika ditinggalkan oleh seorang ibu. Di sinilah yang kadang perlu kita renungkan kembali, bahwa seorang ibu kasih sayangnya tiada tara, seorang ibu akan mencurahkan seluruh jiwa raganya untuk anak-anak mereka.

Seorang bijak mengatakan bahwa anak laki-laki adalah milik ibunya sampai dia meninggal, sedangkan anak perempuan adalah milik ayahnya sampai dia menikah. Di sini perlu kita pahami bahwa berbakti kepada orang tua seharusnya dapat dilakukan secara terus menerus baik orang tua masih hidup ataupun sudah meninggal. Dengan perkembangan zaman yang luar biasa tidak terbendung, akses digital yang semakin canggih, kadang dapat melupakan semua itu. Banyak anak yang sudah sukses, menjadi orang kaya, mempunyai jabatan tinggi, kehidupan yang mapan, tapi miris sekali tidak memperhatikan ibunya, bahkan untuk ketemu saja ibunya harus mengatur jadwal agar bisa bertemu karena sibuknya. Islam tidak membenarkan perilaku yang semacam itu. Jika seorang anak dapat memperlakukan orang tuanya dengan baik insyaAllah kehidupan dunia dan akhirat akan diraih. Sebaliknya jika anak memperlakukan orang tuanya dengan tidak baik, contoh nyata sudah banyak. Kehidupan dunia berantakan, ekonominya amburadul, keluarganya tidak harmonis, anak-anaknya menjadi anak-anak yang nakal, dan sebagainya.

Dalam peringatan hari ibu tahun ini, mari kita sebagai seorang santri mulai merefleksi diri. Jangan hanya peringatan sekedar peringatan mengucapkan kata-kata manis, memberi bucket bunga, kado, dan sebagainya. Lebih dari itu, marilah kita mulai menata diri dan pikiran kita sebagai santri madrasah, apakah kita sudah sepenuhnya bisa berbuat baik kepada ibu kita? Tidak membuatnya menangis dengan perilaku kita yang menjengkelkan? Sudahkah kita membuatnya bahagia, memuliakanya, meskipun hanya dengan sedikit senyuman? Seorang Ibu akan sangat senang sekali melihat anak-anaknya tumbuh dengan baik, menjadi anak yang salih dan salihah.

Berikut ini beberapa kegiatan sederhana yang bisa kita lakukan dalam memperingati hari ibu:

  • Memberikan kartu ucapan, menulis pesan cinta, terima kasih, dan harapan yang tulus di dalamnya kepada ibu.
  • Memberikan hadiah, tidak harus mahal, hadiah buatan sendiri seperti lukisan, kerajinan tangan, atau kue buatan sendiri juga sangat berarti.
  • Membantu pekerjaan rumah, membantu ibu dengan pekerjaan rumah seperti mencuci piring, menyapu, atau memasak makanan sederhana.
  • Memberikan pelukan dan ciuman sebagai ungkapkan kasih sayang dengan sentuhan fisik yang hangat.
  • Menghabiskan waktu bersama, mengajak ibu murojaah bersama, berjalan-jalan di taman, atau sekadar mengobrol santai.
  • Berjanji untuk menjadi anak yang lebih baik menunjukkan komitmen untuk menjadi anak yang berbakti dan membanggakan.

Memperingati Hari Ibu bukan hanya sekedar formalitas, tetapi juga momen untuk menunjukkan kasih sayang, penghargaan, dan rasa terima kasih kepada ibu. Melalui berbagai kegiatan ini, hubungan antara anak dan ibu akan semakin erat dan penuh makna. Ingat, yang terpenting adalah ketulusan hati dan usahamu untuk membuat ibu merasa bahagia!

Salam takzim untuk seluruh ibu yang membaca tulisan ini, semoga surga selalu ada di telapak kakimu, dengan menjadi ibu yang baik, suri tauladan yang baik, saliha, dan menjadi ibu terbaik untuk anak-anaknya.

Semua membuat story ucapan Hari Ibu, giliran dikongkon sak sek…sak sek….. jangan ya dek ya….