Kulihat langit dari balik jendela kamarku
Fajar belum menampakan wujudnya
Aku bisa saja menarik kembali selimutku
Dan tidur terlelap dengan nyaman
Tapi kuurungkan niatku itu
Karena nyaman bisa saja jebakan
Percikan air dingin di wajahku
Seakan mengembalikan separuh ruhku yang hilang
Kuhentangkan sajadah merah jambu
Untuk memohon ampun kepada Dzat Yang Maha Agung
Waktu masih menunjukan jam lima pagi
Kusempatkan diri untuk melantunkan ayat-ayat Allah
Sebelum jiwa dan hati ini tercemar oleh hal-hal duniawi
Ketika fajar mulai menampakan dirinya
Hati ini selalu terasa riang
Segera kulangkahkan kaki ke luar rumah
Untuk menuju dimana sumber ilmu itu berada
Tiada hal yang membuatku bernyawa
Selain lelahnya menuntut ilmu
Dan tiada hal yang membuatku damai
Selain khusyuknya beribadah
