Guru yang Didambakan oleh Rasqa Althaf Aydan Arsenio & Yunita Indah

GURU YANG DIDAMBAKAN

Karya: Rasqa Althaf Aydan Arsenio (5A) dan Yunita Indah

Ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani (Di depan memberi contoh, di tengah-tengah membangun semangat, dari belakang memberi dorongan)
– Ki Hajar Dewantara –

Assalamualaikum warahmatullahi wabrakatuh.

Nama saya Rasqa Althaf Aydan Arsenio, pindah ke MI Manarul Islam saat kelas dua. Sebelumnya saya bersekolah di Bali. Saya akan bercerita tentang beberapa guru di MI Manarul Islam. Selamat membaca.

Di sekolahku, ustadz-ustadzahnya perhatian, lucu, sabar, ramah, dan seru. Dari kelas 2 sampai sekarang kelas 5, aku selalu berharap untuk diajar oleh guru yang baik. Guru yang baik itu guru yang peduli kepada murid-muridnya. Misal kalau ada anak bandel, yang pertama kali dilakukan adalah menegur dengan lembut. Jika sudah berkali-kali bandel, baru dimarahi dan ditegur secara tegas. Kemudian kalau sama anak yang nggak rame bicaranya baik, lembut, dan sambil senyum. Anak-anak yang sedang badmood pun peduli. Tetapi jika aku bertemu dengan guru yang menurutku kurang membuatku nyaman, aku akan tetap patuh. Aku berharap nanti guru itu lama-lama akan baik sama aku.

Kehadiran seorang guru yang baik sangat didambakan oleh setiap murid. Mereka tidak hanya membutuhkan guru yang pintar, tapi juga sosok yang mampu menjadi orang tua dengan menunjukkan perhatian, kesabaran, dan kepedulian saat di sekolah. Lalu, sikap apakah yang diperlukan untuk menjadi guru yang baik? Salah satunya adalah bersikap hangat dan berusaha dekat dengan setiap santri. Hubungan guru dan santri sangat penting untuk dibangun karena mempengaruhi proses belajar. Sudah tidak zaman lagi seorang guru kaku pada santri. Santri akan nyaman, santai dan senang belajar jika dekat dengan gurunya.

Guru adalah teladan. Bukan hanya mentransfer ilmu pengetahuan tetapi juga menemani dan mengarahkan proses perkembangan santri agar menjadi pribadi yang baik, tangguh serta cakap untuk menghadapi tantangan di kehidupannya kelak. Jangan mau menjadi guru yang hanya bisa mengajar!  Semua guru memiliki gaya mengajar yang berbeda. Mereka pasti memiliki kekurangan serta kesalahan yang tidak dapat dihindari karena setiap guru juga berproses agar bisa memberikan layanan prima kepada santrinya. Namun, guru yang mengajar dengan hati akan tertutupi kesalahan dan kekurangannya dengan segala kebaikan. Ilmu yang diberikan akan terus mengalir dan bermuara menjadi pahala kebaikan. Sejatinya guru hebat adalah guru yang mampu menghadirkan kenyamanan untuk santri untuk terus semangat dan belajar tanpa henti.

Segala sesuatu yang dilakukan maupun dicontohkan seorang guru baik di sekolah, di rumah maupun di masyarakat akan diingat tanpa batas waktu. Semangat untuk teman-teman guru dimanapun berada. Semangat untuk menjadi guru yang memiliki hati bersih dalam menuntun murid-muridnya. Tetaplah berhati putih dan tulus dalam membimbing generasi penggenggam masa depan yang haus akan ilmu.

Kota Malang, 11 Agustus 2024